Surat Nisa untuk Teman-Teman di Palestina
Oleh: Eva Juliyanti
Kring….kring….kring….
Alarm
berbunyi dari kamar Nisa, Alarm itu terdengar hingga ke dapur. Nisa belum juga bangun
meskipun alarm berbunyi begitu kencang. Ibu Nisa mendatangi kamar Nisa untuk membangunkannya
karena Nisa harus segera bersiap-siap untuk pergi sekolah.
“Nisa..Nisa…bangun
Nak, entar kamu telat ke sekolah.”
“Hmmm…masih
ngantuk Bu,”Nisa menarik selimutnya kembali.
“Ya
sudah, kalau kamu tidak mau bangun, Ibu tidak akan mengabulkan permintaan
kamu.”
Nisa
tersentak kaget dan segera terbangun sambil menarik tangan ibunya.
“Ibu
jangan, Nisa uda bangun kok dan Nisa janji akan menurut apa kata Ibu, tapi ibu
juga harus janji ibu akan mengabulkan permintaan Nisa untuk membantu Nisa
mengirim surat kepada pak presiden untuk membantu saudara kita yang ada di
Palestina”
“Iya
nak, uda buruan mandi entar terlambat masuk sekolahnya. Ibu mau menyiapkan
sarapan dulu.”
“Ok
Bu..”
Nisa
pergi sekolah diantar oleh supir pribadinya, Nisa anak yang cerdas dan ramah
dengan semua orang. Nisa suka membantu sesama teman karena Ayah dan Ibu Nisa
jadi orang tidak boleh sombong dan berat tangan untuk membantu sesama. Kita
hidup di dunia ini tidak sendirian, kita punya teman, saudara, keluarga,
tetangga dan masyarakat lainnya. Kita harus saling membantu siapapun itu, baik
orang miskin maupun orang kaya.
“Selamat
pagi bu guru, selamat pagi bu kantin, selamat pagi teman-teman.” Sapa Nisa
sambil berjalan menuju kelas.
Nisa sekarang duduk di kelas 5 SD,
Nisa menjadi bintang kelas setiap tahunnya. Selain Nisa pintar, sifat
solidaritas dan kepedulian Nisa juga tinggi. Nisa suka membantu teman-temannya
ketika kesulitan dalam mengerjakan tugas.
“Bu
guru datang.” Seru teman-teman Nisa
“Selamat
pagi anak-anak, ayo ketua kelas siapkan”
“Bersiap,
ucap salam”
“Selamat
pagi bu guru…” Ucap kami serentak
“Selamat
pagi anak-anak, silakan duduk!”
“Sebelum
kita belajar mari kita membaca doa menurut agama masing-masing.”
“Baik
anak-anak, hari ini kita akan belajar berhitung coba kalian keluarkan bukunya!”
“Bu…”
Nisa mengacungkan tangan telunjuknya.
“Ada
apa Nisa?” Jawab Bu guru
“Ibu
melihat tahu tidak saudara kita di Palestina sedang menangis” Ujar Nisa dengan
polosnya
“Iya,
ibu tahu kok, ibu juga sedih melihatnya yang bisa kita lakukan sekarang untuk
saudara kita di Palestina adalah mendoakannya”
“Bu,
selain medoakannya apalagi yang bisa kita lakukan?” Tanya Deni
“Kita
dapat menyumbangkan barang seperti baju, tas dan dapat menyumbangkan uang”
Jawab bu guru.
“Kita
menyumbangkannya langsung datang ke Palestina ya Bu?” Tanya Sri
“Tidak
Sri, kita dapat menitipkan sumbangan kita kepada lembaga-lembaga yang merupakan
relawan pengumpul dana untuk saudara kita di Palestina. Nah kalau kalian mau
menyumbangkan barang atau uang kalian minta bantuan sama orang tua, atau
melalui ibu juga bisa. Biasnya kalau kita ingin menyumbangkan uang melalui
rekening atau pergi ke bank.”
‘”Oooghh..
begitu ya Bu.” Jawab serentak
“Bu,
saya ingin mengirim surat ke teman-teman yang ada di Paletina, bisa kan Bu dan
bagaimana caranya?” Tanya Nisa dengan menggebu-gebu.
“Bisa,
kita dapat mengirim surat kita melalui pos.”
“Nisa
mau kirim surat buat teman-teman di Palestina Bu dan Ibu Nisa sudah janji mau
membantu Nisa untuk mengirimnya ke Palestina.”
“Saya
juga mau membantu teman-teman di Palestina, saya mau menyumbangkan uang
tabungan saya Bu.” Ujar Deni dengan semangat membara
“Iya
Bu…” Jawab serentak
“Bagus
kalau begitu, Ibu bangga dengan kalian.” Ucap Ibu Guru dengan bangga.
Nisa menulis surat untuk teman-teman
di Palestina di kamar Nisa yang penuh dengan boneka Barbie. Nisa sangat senang
dengan boneka Barbie, wajar saja kalau di kamar Nisa banyak boneka Barbie. Ada
boneka Barbie kesayangan Nisa, boneka itu adalah hadiah dari Almh. Nenek Nisa.
Nisa ingin memberikan boneka Barbie untuk teman-teman di Palestina termasuk
boneka kesayangannya itu.
“Tok..tok..tok..Nisa..”
“Iya
Bu, masuk..”
“Nisa
kok belum tidur?” Tanya Ibu sembari membelai rambut Nisa yang tergurai.
“Nisa
sedang menulis surat untuk teman-teman di Palestina Bu dan Nisa ingin
menyumbangkan boneka Barbie Nisa Bu?”
“Termasuk
boneka dari Almh. Nenek ini?” Ibu mengambil boneka Barbie kesayangan Nisa
“Iya
Bu, Nisa rela kok kalau boneka Nisa disumbangkan. Nenek pasti senang jika
boneka pemberiannya dapat menghibur teman-teman Nisa di Palestina.” Nisa
memeluk Ibunya sambil memandangi boneka Barbie kesayangnnya.
Ibu
menemani Nisa menulis surat untuk teman-teman Nisa di Palestina. Nisa sangat
bersemangat menulis kata demi kata di kertas puti dihiasi bunga-bunga berwarna
pink. Tidak sadar Nisa sambil menulis air mata Nisa terjatuh, sehingga
kertasnya ada bercak air mata.
“Nisa,
kamu kenapa kok menangis?” Tanya Ibu heran karena Nisa menangis tersedu-sedu.
“Surat
Nisa sudah selesai Bu, Ini dia..”
Dari : Nisa
Untuk teman-teman Nisa di Palestina
Assalamualaikum,
Saya Nisa di Indonesia, saya mengirim surat ini
untuk teman-teman di Palestina dan saya juga ada boneka-boneka Barbie untuk
teman-teman. Nisa tau kalian di sana sedang menangis, rumah kalian hancur
terkena bom dan kalian kehilangan keluarga kalian dan teman-teman kalian.
Tapi jangan bersedih teman, Nisa di sini selalu
mendoakan kalian selamat dan dilindungi Allah swt. Nisa iri melihat kalian
karena kalian anak-anak yang kuat dan tegar. Meskipun kalian telah kehilangan
rumah, keluarga dan teman-teman kalian tetap ceria.
Nisa ingin bermain bersama kalian, suatu saat nanti
Nisa akan ke negara kalian untuk mengunjungi kalian di sana. Kita bisa bermain
bersama, kita bisa bersatu untuk melawan orang-orang yang telah menghancurkan
rumah, keluarga dan teman-teman kita.
Pesan Nisa, jangan bersedih ya!
Nisa selalu bersama kalian kok, begitu juga Allah.
Allah selalu melindungi kalian karena Allah tidak tidur.
Salam sayang dari Nisa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar