Senin, 10 April 2017

Surat Nisa untuk Teman-Teman di Palestina

Oleh: Eva Juliyanti
Kring….kring….kring….
Alarm berbunyi dari kamar Nisa, Alarm itu terdengar hingga ke dapur. Nisa belum juga bangun meskipun alarm berbunyi begitu kencang. Ibu Nisa mendatangi kamar Nisa untuk membangunkannya karena Nisa harus segera bersiap-siap untuk pergi sekolah.
“Nisa..Nisa…bangun Nak, entar kamu telat ke sekolah.”
“Hmmm…masih ngantuk Bu,”Nisa menarik selimutnya kembali.
“Ya sudah, kalau kamu tidak mau bangun, Ibu tidak akan mengabulkan permintaan kamu.”
Nisa tersentak kaget dan segera terbangun sambil menarik tangan ibunya.
“Ibu jangan, Nisa uda bangun kok dan Nisa janji akan menurut apa kata Ibu, tapi ibu juga harus janji ibu akan mengabulkan permintaan Nisa untuk membantu Nisa mengirim surat kepada pak presiden untuk membantu saudara kita yang ada di Palestina”
“Iya nak, uda buruan mandi entar terlambat masuk sekolahnya. Ibu mau menyiapkan sarapan dulu.”
“Ok Bu..”
Nisa pergi sekolah diantar oleh supir pribadinya, Nisa anak yang cerdas dan ramah dengan semua orang. Nisa suka membantu sesama teman karena Ayah dan Ibu Nisa jadi orang tidak boleh sombong dan berat tangan untuk membantu sesama. Kita hidup di dunia ini tidak sendirian, kita punya teman, saudara, keluarga, tetangga dan masyarakat lainnya. Kita harus saling membantu siapapun itu, baik orang miskin maupun orang kaya.
“Selamat pagi bu guru, selamat pagi bu kantin, selamat pagi teman-teman.” Sapa Nisa sambil berjalan menuju kelas.
            Nisa sekarang duduk di kelas 5 SD, Nisa menjadi bintang kelas setiap tahunnya. Selain Nisa pintar, sifat solidaritas dan kepedulian Nisa juga tinggi. Nisa suka membantu teman-temannya ketika kesulitan dalam mengerjakan tugas.
“Bu guru datang.” Seru teman-teman Nisa
“Selamat pagi anak-anak, ayo ketua kelas siapkan”
“Bersiap, ucap salam”
“Selamat pagi bu guru…” Ucap kami serentak
“Selamat pagi anak-anak, silakan duduk!”
“Sebelum kita belajar mari kita membaca doa menurut agama masing-masing.”
“Baik anak-anak, hari ini kita akan belajar berhitung coba kalian keluarkan bukunya!”
“Bu…” Nisa mengacungkan tangan telunjuknya.
“Ada apa Nisa?” Jawab Bu guru
“Ibu melihat tahu tidak saudara kita di Palestina sedang menangis” Ujar Nisa dengan polosnya
“Iya, ibu tahu kok, ibu juga sedih melihatnya yang bisa kita lakukan sekarang untuk saudara kita di Palestina adalah mendoakannya”
“Bu, selain medoakannya apalagi yang bisa kita lakukan?” Tanya Deni
“Kita dapat menyumbangkan barang seperti baju, tas dan dapat menyumbangkan uang” Jawab bu guru.
“Kita menyumbangkannya langsung datang ke Palestina ya Bu?” Tanya Sri
“Tidak Sri, kita dapat menitipkan sumbangan kita kepada lembaga-lembaga yang merupakan relawan pengumpul dana untuk saudara kita di Palestina. Nah kalau kalian mau menyumbangkan barang atau uang kalian minta bantuan sama orang tua, atau melalui ibu juga bisa. Biasnya kalau kita ingin menyumbangkan uang melalui rekening atau pergi ke bank.”
‘”Oooghh.. begitu ya Bu.” Jawab serentak
“Bu, saya ingin mengirim surat ke teman-teman yang ada di Paletina, bisa kan Bu dan bagaimana caranya?” Tanya Nisa dengan menggebu-gebu.
“Bisa, kita dapat mengirim surat kita melalui pos.”
“Nisa mau kirim surat buat teman-teman di Palestina Bu dan Ibu Nisa sudah janji mau membantu Nisa untuk mengirimnya ke Palestina.”
“Saya juga mau membantu teman-teman di Palestina, saya mau menyumbangkan uang tabungan saya Bu.” Ujar Deni dengan semangat membara
“Iya Bu…” Jawab serentak
“Bagus kalau begitu, Ibu bangga dengan kalian.” Ucap Ibu Guru dengan bangga.
            Nisa menulis surat untuk teman-teman di Palestina di kamar Nisa yang penuh dengan boneka Barbie. Nisa sangat senang dengan boneka Barbie, wajar saja kalau di kamar Nisa banyak boneka Barbie. Ada boneka Barbie kesayangan Nisa, boneka itu adalah hadiah dari Almh. Nenek Nisa. Nisa ingin memberikan boneka Barbie untuk teman-teman di Palestina termasuk boneka kesayangannya itu.
“Tok..tok..tok..Nisa..”
“Iya Bu, masuk..”
“Nisa kok belum tidur?” Tanya Ibu sembari membelai rambut Nisa yang tergurai.
“Nisa sedang menulis surat untuk teman-teman di Palestina Bu dan Nisa ingin menyumbangkan boneka Barbie Nisa Bu?”
“Termasuk boneka dari Almh. Nenek ini?” Ibu mengambil boneka Barbie kesayangan Nisa
“Iya Bu, Nisa rela kok kalau boneka Nisa disumbangkan. Nenek pasti senang jika boneka pemberiannya dapat menghibur teman-teman Nisa di Palestina.” Nisa memeluk Ibunya sambil memandangi boneka Barbie kesayangnnya.
Ibu menemani Nisa menulis surat untuk teman-teman Nisa di Palestina. Nisa sangat bersemangat menulis kata demi kata di kertas puti dihiasi bunga-bunga berwarna pink. Tidak sadar Nisa sambil menulis air mata Nisa terjatuh, sehingga kertasnya ada bercak air mata.
“Nisa, kamu kenapa kok menangis?” Tanya Ibu heran karena Nisa menangis tersedu-sedu.
“Surat Nisa sudah selesai Bu, Ini dia..”

Dari : Nisa
Untuk teman-teman Nisa di Palestina
Assalamualaikum,
Saya Nisa di Indonesia, saya mengirim surat ini untuk teman-teman di Palestina dan saya juga ada boneka-boneka Barbie untuk teman-teman. Nisa tau kalian di sana sedang menangis, rumah kalian hancur terkena bom dan kalian kehilangan keluarga kalian dan teman-teman kalian.
Tapi jangan bersedih teman, Nisa di sini selalu mendoakan kalian selamat dan dilindungi Allah swt. Nisa iri melihat kalian karena kalian anak-anak yang kuat dan tegar. Meskipun kalian telah kehilangan rumah, keluarga dan teman-teman kalian tetap ceria.
Nisa ingin bermain bersama kalian, suatu saat nanti Nisa akan ke negara kalian untuk mengunjungi kalian di sana. Kita bisa bermain bersama, kita bisa bersatu untuk melawan orang-orang yang telah menghancurkan rumah, keluarga dan teman-teman kita.
Pesan Nisa, jangan bersedih ya!
Nisa selalu bersama kalian kok, begitu juga Allah. Allah selalu melindungi kalian karena Allah tidak tidur.

Salam sayang dari Nisa


Jumat, 07 April 2017

Assalamu’alaikum Beijing: Islam, Indonesia dan  China
Oleh : Eva Juliyanti
            Asma Nadia selalu menelurkan karya-karya yang menggugah hati para pembacanya. Setelah novel berjudul Catatan Hati Seorang Istri yang diadopsi ke dalam sebuah sinetron di salah satu stasiun TV swasta di Indonesia, kini Asma Nadia menelurkan sebuah novel berjudul Assalamualaikum Beijing. Novel tersebut telah diangkat ke layar lebar dan sekali lagi mendapatkan apresiasi yang tinggi dari penggemar dan penonton.
            Film Assalamua’alikum Beijing mendapatkan apresiasi dari para penontonnya. Kesuksessan film ini direbus dengan apik oleh penulis skenario Alim Sudio dan sutradara Guntur Soeharjanto yang sebelumnya menyutradarai film “99 Cahaya di Langit Eropa” dari novel Hanum Rais. Film ini mengadopsi novel karya Asma Nadia dengan judul yang sama Assalamuaalikum Beijing atau disebut AB. Dalam film tersebut merupakan kombinasi perjalanan Asma Nadia ke Beijing dan konflik cerita yang benar-benar terjadi.
Film Assalamualaikum Beijing merupakan adopsi dari novel Assalamualaikum Beijing karya Asma Nadia yang ditulisnya tahun 2012. Novel ini mengisahkan tokoh Asma yang terpaksa membatalkan pernikahannya sehari menjelang hari pernikahannya karena calon suaminya Dewa mengkhianatinya. Asma lalu menerima tugas sebagai penulis kolom di Beijing. Bersama sahabat setianya Sekar dan suami Sekar (Ridwan), Asma menikmati tugas barunya di Beijing dan berusaha melupakan Dewa. Hingga pada suatu hari muncul Zhong Wen, lelaki sederhana dan tulus yang menceritakan padanya tentang Ashima, sebuah legenda Yunan, Cina. Namun sayang, Asma kemudian mengalami sakit APS (Anti Phospolipid Syndrome) yang cukup parah, yang bisa mengakibatkannya stroke, lumpuh hingga kehilangan penglihatan. Asma lalu pulang ke Indonesia tanpa memberitahu Zhong Wen apa yang terjadi dan berusaha melupakan Zhong Wen. Zhong Wen yang ingin menjadikan Asma sebagai istrinya kemudian menyusulnya ke Indonesia.
            Cerita dari novel tersebut begitu ditampilkan dalam bentuk film layar lebar sangat bagus. Ceritanya menginspirasi banyak orang. Film tersebut dapat dinikmati dari berbagai kalangan. Film Assalamualaikum Beijing diperankan oleh artis-artis Indonesia, seperti Morgan Oey sebagai Zhong Wen,  Revalina S. Temat sungguh tepat memerankan sosok Asma. Ibnu Jamil berperan sangat baik sebagai Dewa. Laudya Chintya Bella serta Desta memiliki chemistry luar biasa sebagai pasangan suami istri kocak sahabat sejati Asma.
            Film Assalamualaikum Beijing mengajak penonton untuk mengelilingi tempat-tempat indah dan penuh sejarah di Beijing. Perjalanan tersebut bukan sekedar melihat, melainkan penoton diajak untuk mengenlnya karena tempat-tempat tersebut merupakan tempat yang punya cerita. Tempat-tampat yang ditunjukkan dalam film tersebut banyak khususnya yang berbau Islam.
            China terkenal dengan tembok raksasa, orang China berkeyakinan bahwa jika seseorang berhasil melewati tembok tersebut maka dia akan  bahagia. Selain tembok raksasa dan film tersebut juga dikisahkan legenda Ashima. Kekuatan cinta Ashima menjadi tonggak tokoh Zhong Wen meraih cinta sejatinya, yaitu Asma.
                Salah satu tempat yang ditunjukkan yaitu sebuah masjid di Beijing yang umurnya sudah lebih dari seribu tahun. Masjid tersebut memiliki bangunan yang megah dan apik serta fasilitas yang memadai. Dalam film Assalamu’alaikum Beijing diperlihtkan salah satu fasilitasnya yaitu sebuah kursi dan meja yang di designe khusus untuk para jama’ah yang mempunyai kebutuhan khusus atau para jama’ah yang tidak bisa secara normal melakukan shalat. Kursi dan meja tersebut dapat membantu para jama’ah untuk shalat tanpa merasakan kesulitan karena tidak bisa berdiri.
Fasilitas masjid dari masjid yang ditunjukkan dalam film tersebut menunjukkan betapa pedulinya masyarakat Islam di China. Islam begitu dihargai dan dihormati di China. Mereka mendesign fasilitas senyaman mungkin untuk para jama’ahnya. Kenyamanan para jama’ah saat berada di sebuah masjd akan menimbulkan rasa nyaman dan ingin selalu ke masjid. Secara otomatis rasa tersebut akan memakmurkan masjid.
            Selain masjid banyak lagi tempat-tempat bernuansa Islam ditunjukkan dalam film tersebut, seperti restaurant dan lain sebagainya. Film tersebut menunujukkan bahwa Islam memiliki tempat yang terhormat di Beijing karena Islam dianggap sebagai agama yang suci dan itu memang benar. Kehormatan agama Islam di Beijing menempatkan agama Islam termasuk salah satu agama yang di akui di China. Penganut agama Islam di China tergolong sedikit hanya sekitar lebih kurang dua puluh juta jiwa orang.
            Selain tempat-tempat bernuansa Islam ditujukkan dalam film tersebut, penonton juga disuguhkan adab-adab bertemu sapa wanita muslima kepada orang lain yang bukan mahramnya atau muhrimnya. Asma memperlihatkan bahwa wanita muslima jika bertemu dengan lelaki yang bukan muhrimnya tidak diperbolehkan bersentuhan tangan atau menjabat tangan. Kebiasaan berkenalan dengan menjabat tangan antara laki-laki dan wanita yang belum halal ini sudah menjari budaya di Indonesia khusunya yang beraga Islam. Islam sendiri melarang bagi kaum laki-laki dan wanita yang bukan mahramnya untuk berjabatan tangan karena dikhawatirkan akan menimbulkan fitnah.
            Bukan saja mengangkat cerita-cerita bernuansa Islam, film Assalamualaikum Beijing juga memberikan kisah cinta sejati. Kutipan kata-kata indah dalam novel dimunculkan sutradara melalui perkataan para tokoh, serasa menancap di benak penonton, misalnya: “Cinta itu menjaga, tergesa-gesa itu nafsu belaka.” Atau perkataan Asma pada Dewa: “Jangan kau sandingkan nama Tuhan dengan kebohongan!” Atau kutipan: “Bila tak kau temukan cinta, biar cinta menemukanmu.” Dan yang akan paling diingat penonton: “Cinta sempurna itu ada, dan tak perlu fisik sempurna untuk bisa memiliki kisah cinta yang sempurna.”
            Cinta sejati itu ada, hal ini ditunjukkan dari tokoh Asma yang menderita penyakit. Ketidaksempurnaan fisiknya tidak melunturkan cinta Zhong Wen kepada Asma. Zhong Wen yang awalnya beragam non Islam dan masih bingung dengan sebuah keyakinan akhirnya hidaya Allah melalui sosok Asma datang dan menuntunnya masuk Islam. Kesetiaan Zhong Wen terhadap Asma dibuktikan saat Asma menghadapi masa-masa sulit melawan penyakitnya. Zhong Wen menikahi Asma meskipun Asma dalam ketidaksempurnaan, namun cinta mengalahkan ketidaksempurnaan itu semua.
            Cinta tidak memandang siapa yang akan dicintai, bagaimana keadaan yang akan dicintai dan apa status yang akan dicintai tersebut. Cinta bukanlah sebuah kejahatan yang harus memberikan hukuman bagi para pengemban cinta sejati. Kalaulah cinta sebuah kejahat sudah jelas orang yang mencintai itu adalah penjahat. Begitulah cinta Zhong Wen terhadap Asma, Zhong Wen mencintai Asma meskipun awalnya ditolak karena Asma merasa tidak akan berbuat adil kepada Zhong Wen nantinya.
Penonton dapat menyaksikan bagaimana perjuangan seseorang yang benar-benar mencintai dengan tulus, seseorang yang mendapatkan hidayah melalui perantara hamba-Nya, seseorang yang dengan tegar menghadapi ujian yang diberikan oleh-Nya, dan sosok luar biasa yang menginspirasi banyak orang dengan tulisannya. Beliau berda’wah melalui tulisannya, mensyiarkan agama melalui karyanya, serta kembali meruntuhkan dinding kokoh yang tercipta antara umat dan Rasul melalui kisah sahabat yang disisipkan melalui novel dan film Assalamualaikum Beijing.
Penonton dapat mengambil hikmah bahwa cinta itu tidak perlu fisik. Cinta adalah sebuah fitrah dari Tuhan kepada setiap ummatnya. Kemurnian cinta seringkali dikotori oleh ulah ummatnya sendiri. Menunjukkan rasa cinta bukan berarti dengan mengekspresikannya secara agresif. Pacaran yang sudah menjadi tradisi saat ini sangat tidak benar untuk mengungkapkan rasa cinta itu. Pacaran bukanlah akhir pelabuhan dari perjalan cinta tersebut, kekuatan cinta saat pacaran tidaklah kuat. Menunjukkan cinta bukan dengan pacaran melainkan mendekatkan diri kepada Tuhan untuk menjemput cinta sejati.
 (Terbit di Analisa)

                                                            Penulis adalah Alumni UMSU dan Guru SIT IQRA’

Kamis, 06 April 2017

Ketika Tuhan Menitipkan Cinta
Oleh: Eva Juliyanti
            Tuhanku, berikan ku cinta yang Kau titipkan
            Bukan cinta yang pernah ku tanam
Sebuah lirik lagu sebagai motivasiku dalam mencari cinta sejati. Aku yakin Tuhan akan memberikanku pendamping hidup yang sesuai dengan kebutuhan hidupku bukan apa yang aku inginkan. Aku yakin pendamping dari Tuhan itulah yang terbaik, tidak seperti cinta yang timbul dari nafsuku.
Persoalan cinta aku memang bukan ahlinya atau pakarnya. Aku orang yang susah untuk jatuh cinta dengan orang lain, kalau untuk sekedar kagum atau suka itu sering aku alami. Sikap dingin aku untuk jatuh cinta karena aku mempunyai prinsip jangan jatuh cinta tapi bangunlah cinta. Selain, lirik di atas kata pamungkasku untuk menemukan cinta sejatiku adalah kata-kata itu.
“Riva….Riva…Tunggu….!!!”
“Eh…Suci, ada apa?”
“Kita masuk jam berapa dan di ruang mana hari ini?”Tanya Suci dengan nafas yang masih belum terkontrol.
“Kita masuk pukul 13.30 WIB di ruangan biasa, Ci. Ini aku mau ke kelas karena mau mengerjakan tugas dari Ibu itu.”
“Memang ada tugas ya Va?. Kok aku lupa ya”Suci menggaruk kepalanya sembari senyum muka bersalah.
“Hmm…kamu ini kebiasaan deh, giliran tugas aja lupa coba giliran cowok selalu ingat. Dasar…..”
“Dasar cewek pengagum pria dan cinta tidak jelas, pasti itukan yang mau kau ucapkan …”Suci sudah mengetahui kelanjutan dari kata-kataku.
“Nah, itu sudah tau” Aku tersenyum dan menggelengkan kepalaku melihat tingkah laku Suci.
            Suci adalah teman sekelasku, anaknya itu pengagum cinta banget berbanding terbalik dengan aku yang kurang doyan dengan cinta-cinta semu dan tidak jelas gitu. Terkadang aku heran melihat suci dan teman-teman lainnya yang suka dipermainkan dengan cinta semu dan tidak jelas ujungnya itu. Suci ini suka sekali dengan cinta seperti itu dan jika kupertanyakan yakinkah kalau cintamu saat ini akan menjadi cinta sejati?. Suci tidak pernah memberikan jawaban yang menyakinkana aku.
            Aku bukannya tidak percaya atau meragukan cinta Suci dan teman-teman yang sedang bermain dengan cinta semu itu. Aku juga pernah jatuh hati, memendam rasa suka dan kagum terhadap lawan jenisku karena bagiku itu hal yang normal dan wajar. Namun, aku bersyukur dapat mengendalilan cintaku sehingga aku tidak terperdaya dengan cinta semu itu dan aku yakin cinta sejati itu adalah cinta dari Tuhan.
            Masjid di kampus adalah tempat favoritku, aku merasa nyaman dan sejuk jika berada di masjid. Wajar saja jika teman-temanku sulit menemukanku, mereka tinggal pergi ke masjid di kampus aku pasti ada di situ. Pohon melinjo yang ada di masjid menjadi teman ngobrolku dan keteduhan hati bagiku. Aku sempat bertanya pada pohon itu.
“Pohon apakah kau mempunyai cinta sejati dan kapan kau mendapatkan cinta sejati itu?”
Pohon itu hanya menjawab dengan mengayunkan ranting dan daun-daun hijaunya dengan lemah gemulai. Itu artinya pohon itu sudah mendapatkan cinta sejatinya dan waktunya itu tidak dapat diprediksikan, begitulah arti dari lambaian pohon itu.
“Assalamualaikum ukh…” Salam seorang wanita yang ada di hadapanku dan mengulurkan tangannya.
“Waalaikumsalam ukh, ada apa ukhty Sri?” Aku menyambut uluran tangannya dan saling bersatu memperat tali silahturahmi.
“Ana lihat, ukhty sedang melamun memang apa yang sedang dilamunkan ukh?” Sri mengetahui pembicaraanku dengan pohon melinjo itu.
“Hehe… begini ukh ana masih bingung dengan cinta sejati, apakah cinta sejati akan datang dengan sendirinya atau harus kita jemput ukh?”
“Cinta sejati itu adalah cinta yang tumbuh saat kita sudah halal baginya. Cinta itu akan bersemi saat ijab qobul telah terkumandang. Cinta sejati itu cinta yang berani berkomitmen, bukan cinta yang diumbar-umbarkan. Untuk mendapatkan cinta sejati kita harus melihat diri kita terlebih dahulu.” Sri menjawab dengan penghayatan seakan-akan ia sudah mendapatkan cinta sejati itu.
“Maksud ukhty, kita harus melihat diri kita untuk mendapatkan cinta sejati itu  bagaimana ukh?”Tanyku dengan nada bingung.
“Kalau kita ingin mendapatkan cinta sejati yang kita inginkan maka kita harus mempersiapkan diri, muhasabah diri, memperbaiki diri menjadi sosok yang kita inginkan untuk menjadi cinta sejati kita .”
“Ana masih belum paham ukh?”
“Begini saudariku yang kucintai karena Allah, jika ukhty menginginkan pendamping hidup yang soleh dan taat kepada Allah ukhty harus bisa menjadi wanita yang soleha dan taat kepada Allah juga. Sebab, jodoh kita itu adalah cerminan dari diri kita saat ini.”
“Oooo…begitu ya ukh, aku sudah paham sekarang.” Ujarku sambil menatap pohon melinjo itu. Pohon itu terseyum kepadaku.
“Iya ukh, memang ukhty Riva sudah menginginkan cinta sejati itu ya?”
“Hehe… iya ukh karena aku bosan dengan cerita cinta semu dari teman-teman aku. Mereka kok mau ya dipermainkan dengan cinta yang tidak tau endingnya.”
“Itulah bedanya cinta karena nafsu dan cinta dari Allah” Sri memukul pundakku untuk menyadarkanku akan kekuatan cinta Allah.
“Seperti lagunya Maidani ya  kan ukh?”
“Tuhanku berikanku cinta yang Kau titipkan, bukan cinta yang pernah ku tanam.” Kami mendendangkan lirik lagi secara bersamaan.
Legah rasanya mendapatkan kepastian akan cinta sejati itu seperti apa dan bagaimana cara mendapatkannya. Aku sekarang akan memperbaiki seluruh tindakan dan perbuatan untuk menjadi pribadi yang baik, agar aku mendapatkan pendamping hidup yang baik pula.
Waktu berlalu dengan cepat, secepat angin tornado. Usiaku kini semakin berkurang di dunia ini dan akupun sudah menduduki bangku kuliah terakhir. Permintaan orang tuaku selain segera wisuda juga segera menikah. Aku mulai gelisah, di mana aku sedang mengejar target untuk wisuda di satu sisi aku harus mengejar jodohku juga. Ah, aku yakin jodohku pasti datang dan sesuai dengan kepribadianku saat ini.
“Assalamualikum ukhty?” Sapa pria berjenggot tipis, memakai celana goyang dan kemeja berbalut jaket.
“Waalaikumsalam”Aku terpelongoh sebab sosok pria itu seperti sosok pria yang aku idamkan saat ini.
“Kamu Riva kan?”
“iiiiii..iiii…yaaa..”Aku gugup, jantungku seperti genderang yang mau peranng.
“Ini ada surat dan undangan buat ukhty..”Pria itu memberikan kotak berwarna merah darah dihiasi pita.
“Dari siapa ya?”Tanyaku masih belum percaya, sebab aku baru saja berbicara dengan pohon melinjo itu tentang pria calon pendampingku dan sekarang sosok pria itu sudah di depan mataku, namun aku tidak boleh memandangnya.
“Entar kamu juga akan mengetahui itu dari siapa dan jika kamu sudah membacanya kamu dapat membalasnya via sms saja karena di dalamnya sudah tertera nomor handphonenya.”
“Iya…” Aku mengangguk dengan tatapan tak percaya di pohon melinjo itu.
“Aku pergi dulu ya ukh, Assalamualaikum..” Pria itu bergegas pergi masuk ke dalam masjid.
“Waalaikumsalam....” Aku penasaran dengan isi dalam kotak itu yang katanya ada surat, nomor handphone dan undangan.

“Ya…Allah apakah dia pria yang kau titipkan buatku?”





Sahabat, Penghantar ke JannahNya
" Bertemanlah kamu kepada yang selalu mengingatkan diri akan Allah"
Sahabat, jika kelak kau tidak menemukanku di surga carilah aku untuk bersama-sama masuk ke dalam surga. Sebab, kita berjalan bersama dalam mencari keridhaan Allah ketika di dunia.  Sebab, sahabat salah satu syafaat yang kita miliki ketika berhadapan sama Allah. Maka Islam sangat menganjurkan kita untuk memilih sahabat secara selektif. 
Sahabat adalah salah satu cerminan diri kita. Siapa kita dapat dilihat siapa sahabat kita. Bijaklah dalam memilih sahabat. Bukan berarti kita membatasi pergaulan atau menutup diri untuk berteman dengan orang lain. Hanya saja dibutuhkan kejelian dalam memilih teman atau sahabat, jangan sampai kita keliru dan terhanyut dengan sahabat yang membawa kita dalam kemaksiatan. 
Kita boleh berteman oleh siapapun, namun tidak semua teman kita jadikan sahabat. Sebab, sahabat adalah salah satu yang dapat mengantarkan kita ke surga atau neraka. Pilihlah sahabat yang seakidah, baik agamanya dan mengajak kita dalam kebaikan. 
Jadilah seorang sahabat yang dapat mewarnai kehidupan sahabat kita dengan cahaya kasih Allah. Menegur dalam kesendirian, bersabar dalam menasehati. Mengenali dan memahami karakter sahabat kita. Insya Allah akan menjadi sahabat surga yang kelak bersama-sama membangun cinta kekal di syurgaNya Allah. Amin (EJ)
#SalamUkhuwah
#YukMenulis
#SalamLiterasi
Pohon Nafas Manusia
Terkadang manusia lupa akan jasa tumbuhan terhadap kelangsungan hidupnya. Kita mengacuhkan tumbuhan bahkan merusak habitatnya. Jelas ini akan merusak lingkungan, dampak sudah sangat jelas kita rasakan saat ini. Pemanasan global salah satu dampak dari ketidakpedulian kita terhadap lingkungan. 

Bumi sudah tua, bumi mungkin bosan melihat tingkah manusia bisa jadi salah satu faktor kenapa bumi murka terhadap manusia, namun dibalik semua itu karena kehendak Allah. Hal ini sudah dijelasakan Allah dalam QS. Ar Rum:41

" Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka agar mereka kembali ke jalan yang benar"
Sudah seharusnya kita memusatkan perhatian kita terhadap lingkungan. Tumbuhan memberikan oksigen kepada manusia, manusia memberikan oksigen untuk tumbuhan. Sungguh hubungan yang baik bukan? Nah, mari kita jaga hubunngan ini. Dengan menanam pohon dan merawatnya salah satu bukti kita peduli dengan lingkungan. Pohon yang kita tanam akan berdzikir mendoakan kita selagi dia masih hidup, selain itu kita juga bisa menebar manfaat dari pohon yang kita tanam. " Sebaik-baik manuisa adalah yang bermanfaat bagi orang lain" (EJ)