Senin, 09 Desember 2019


Meningkatkan Gelora Pariwisata di Bumi Langkat
Oleh : Eva Juliyanti, S. Pd
Kabupaten Langkat adalah sebuah kabupaten yang terletak di Sumatra Utara, Indonesia. Ibu kotanya berada di Stabat. .Kabupaten Langkat terdiri dari 23 kecamatan 37 kelurahan dan 240 desa dengan luas wilayah mencapai 6.262,00 km² dan jumlah penduduk sekitar 1.032.330 jiwa (2017) dengan kepadatan penduduk 165 jiwa/km².  Nama Langkat diambil dari nama Kesultanan Langkat yang dulu pernah ada di tempat yang kini merupakan kota kecil bernama Tanjung Pura, sekitar 20 km dari Stabat. Mantan wakil presiden Adam Malik pernah menuntut ilmu di sini.
Kabupaten Langkat Memiliki Batas Wilayah Sebagai Berikut : Utara Selat Malaka, Selata Kabupaten Karo dan Kabupaten Deli Serdang, Barat Kabupaten Aceh Tamiang (Provinsi Aceh), Timur Kabupaten Deli Serdang. Dengan luas wilayah yang dikelingi bukit tentu saja wilayah Kabupaten Langkat ini menyimpan sejuta pesona keindahan tempat wisatanya.
            Kabupaten yang dipimpin oleh T. Ismail Ashwin sebagai bupati pertama ini menyimpang segudang objek wisata yang memukau. Ada Air Terjun Tongkat, Air Terjun Siluman, Kolam Abadi, Pangkal Namo Sira-Sira, Pemandian Kampung Qur’an, Pemandian Alam Pantai Florida, Arum Jeram Sei Binagai, Air Panas Simolap, Rumah Habitat, Akui Puncak, Air Terjun Tero Tero, Air Terun Saringgana, Tangkahan, Bukit Lawan, Sungai Landak, Hutan Mangrove Lubuk Kertang dan masih banyak lagi wisata alam yang ada di bumi Langkat.
            Selain wisata alam di Langkat juga memiliki tempat-tempat bersejarah. Yaitu Masjid Azizi, Tugu Tengku Amir Hamzah, Gedung MABMI, Gedung PTPN II Milik Belanda, Kampung Bali, Museum di Tanjung Pura, Gedung Kerapatan, Kolam Raja, Lapangan Arkeologi, Penyulingan Minyak Besitang, Rumah Datuk Setia Bakti dan masih banyak lagi tempat-tempat bersejarah lainnya.
            Berdasarkan pemaparan di atas terlihat jelas bahwa Langkat adalah sebuah daerah yang kaya akan objek wisata dan tempat bersejarah yang harus dilestarikan. Kekayaan alam atau tempat-tempat bersejarah jika tidak dirawat maka akan punah seiring berjalannya waktu. Banyak sudah beberapa tempat yang tidak lagi tereksplor oleh mata karena kurang terawat dan kurangnya perhatian pemerintah.
Kehebatan Borobudur yang telah diakui UNESCO sebagai warisan budaya dunia, bukan saja karena merupakan candi Buddha terbesar di dunia yang dibangun pada abad-9. Tetapi karena peradaban dan kreatifitas orang Indonesia sejak abad 9 masih berlanjut sampai dengan sekarang seperti dapat dilihat dari orang-orang kreatif pemahat batu dan pengukir yang masih berada di sekitar Candi Borobudur.
Beberapa contoh warisan budaya Indonesia seperti batik dan wayang tetap bertahan dalam bentuk asli dan tradisionalnya, namun dengan pemanfaatan yang lebih kontemporer dan berkembang terus karena kreatifitas, dapat menciptakan nilai tambah dan menghidupkan kembali ketrampilan yang hampir punah. Batik tidak lagi digunakan dalam acara resmi dan formal, tetapi telah berkembang untuk berbagai kegunaan karena sentuhan-sentuhan dari desainer maupun percontohan penggunaan batik oleh semua kalangan. Misalnya pengunaan batik satu sampai dua kali seminggu di kalangan pemerintahan. Perkembangan tidak terbatas kain dan fahion, tetapi juga untuk interior, keramik, dan seterusnya.
Langkat dengan segala budaya dan kekayaan alamnya dapat menjadi daerah yang maju dan berkembang. Langkat memiliki Tanjung Pura sebagai kota bersejarah dan kota pendidikan pada zamannya. Banyak situs-situs sejarah kesultanan berasal dari Tanjung Pura. Selain itu, masih banyak lagi tempat di Langkat yang dapat menjadi nilai jual para wisatawan untuk ke Langkat.
Selain objek wisata dan tempat bersejarah, Langkat juga memiliki kuliner serta kerajinan dan panganan local. Langkat merupakan daerah dengan mayoritas bersuku melayu. Kuliner seperti Haluwa atau manisan, bubur pedas, roti jala, dodol Tanjung Pura, terasi Pulau Kampai, Kolang Kaling Selesai dan masih banyak lagi. Keripik Cinta saat ini menjadi oleh-oleh ketika pergi ke Langkat.  Kekayaan laut yang dimiliki Langkat juga menjadi omset besar. Dengan membudidayakan nelayan dan hasil laut itu sendiri akan menjadi nilai untuk menaikkan pendapatan daerah.
Mengingat saat ini tempat wisata merupakan penyokong dana yang cukup besar terhadap penerimaan asli daerah.  Sebab di dalam tempat wisata tersebut tentunya para wisatawan bukan hanya membayar tiket masuk yang menjadi pajak dari pajak tempat wisata, tetapi wisatwan juga membayar parkir yang merupakan bagian dari retribusi daerah.
Dengan adanya berbagai macam jenis sumber anggaran pembiayaan pembangunan konvensional diharapkan bisa memberikan peningkatan terhadap Pendapatan Asli Daerah ( PAD ).Pendapatan asli daerah adalah pendapatan daerah yang bersumber dari hasil pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolalaan kekayaan yang dipisahkan, dan lain lain pendapatan asli daerah yang sah, yang bertujuan untuk memberikan kewenangan kepada pemerintah daerah untuk mendanai pelaksanaan otonomi daerah sesuai dengan potensi daerah sebagai perwujudan desentralisasi ( UU No.33 Tahun 2004 ). 
Salah satu contoh untuk meningkatkan pendapatan asli daerah yaitu dengan pemungutan retribusi daerah, karena retribusi daerah sendiri memiliki  kelebihan, di mana pemerintah daerah bisa memungut retribusi lebih dari satu kali terhadap siapa saja yang telah menggunakan jasa yang sudah disediakan oleh pemerintah daerah. 
Retribusi daerah merupakan pungutan daerah sebagai pembayaran atas jasa atau pemberian izin tertentu yang khusus disediakan dan atau diberiy oleh pemerintah daerah untuk kepentingan orang pribadi atau badan ( UUD no.34 tahun 2000 ). Pemungutan retribusi daerah sendiri dilakukan dengan menggunakan peraturan daerah sebagy produk hukum. Tujuan dari adanya pemungutan retribusi daerah sendiri adalah untuk memenuhi kebutuhan daerah serta menciptakan kesejahteraan bagi masyarakat sekitar. Selain memiliki tujuan, retribusi memiliki suatu fungsi yang peranannya sangat penting bagi suatu daerah.  Kaitannya dengan pendapatan asli daerah dan pemungutan retribusi daerah, sektor pariwisata merupakan sektor yang memiliki potensi yang perlu dikembangkan sebagai salah satu sumber pendapatan daerah. 
Dengan demikian sangat jelas bahwa dengan meningkatkan potensi alam dan menggaungkan objek wisata di Langkat secara otomatis akan meningkatkan PAD Langkat. Namun ada beberapa catatan untuk pemerintah dalam meningkatkan pariwisata yang ada di Langkat.
Mengenali Potensi Tempat
Setiap tempat memiliki potensi atau keunikan untuk menjadi daya tarik wisatawan. Ketika sudah mengenali tempat seperti kondisi tanah, jarak tempuh dan lain sebagainya akan mempermudah mengembangkan fasilitas yang ada.
Memperbaiki Sarana dan  Prasarana
            Wisatawan akan merasa terkesan mengunjungi suatu tempat jika merasakan kenyaman ketika berada di tempat tersebut. Di Langkat masih banyak jalan menuju lokasi wisata yang masih jauh dari kata layak. Akses jalan menuju lokasi wisata merupakan factor penunjang untu menarik wisatawan. Pemerintah seharusnya lebih memperhatikan jalan-jalan menuju tempat wisata dan dapat belajar dari pemerintah Aceh di mana jalan menuju lokasi wisata semuanya bagus dan terawat.
            Selain masalah jalan, sarana di lokasi wisata seperti toilet, tempat ibadah, tempat makan juga harus diperhatikan. Pengelolahan lingkungan agar bersih/ bebas sampah akan menjadi nilai plus.
Mengajak Masyarakat Sebagai Promotion
            Sebuah tempat akan viral jika banyak masyarkat secara berbondong-bondong menjadikan tempat tersebut tranding topic. Saat ini kita bisa menjadikan media social sebagai alat promosi kita. Tidak lupa juga kita mengajak masyarakat untuk ikut andil dalam promosi ini. Mengajak dan menyadarkan masyarakat akan pentingnya melestarikan dan membudayakan kekayaan dan budaya yang kita miliki.
            Dengan memiliki kesadaran tinggi bahwa apa yang dimiliki di Langkat ini adalah titipan Allah Swt yang harus dijaga dan dilestarikan akan menjadi pondasi kuat untuk menjadikan Langkat sebagai Daerah Wisata Kanca Dunia. Masyarkat akan dengan sendirinya memikirkan bagaimana agar potensi yang telah ada terus terjaga dan terwat.
            Meningkatkan semangat dalam mengelola tempat wisata di Langkat agar menjadi cagar budaya dan cagar alam dunia akan secara otomatis membantu perekoniman masyarkat. Masyarakat yang berada di lokasi wisata akan bertambah mata pencaharian dan akan mengurangi pengangguran.
            Pemerintah bersama masyrakat terus bergandeng tangan dan bekerja sama dalam melestarikannya, mejaganya dan merawatnya. Pemerintah harus tegas dalam menangani segolongan orang atau kelompok yang berupaya merusak alam secara membabi buta. Sebab orang-orang seperti ini pasti ada dan nyata. Hal ini sudah Allah jelaskan dalam Al Qur’an Surah Ar Rum: 41
Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusi, supay Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).”


Tidak ada komentar:

Posting Komentar