Jumat, 13 Juli 2018

ANTARA HIDUP DAN AIR

Kehidupan kita saat ini jika dianalogikan seperti air yang terus mengalir. Air akan mengalir sesuai jalan alirannya, tanpa sedetikpun ia berhenti. Air selalu jalan ke depan, tak sedikitpun ia mengalir kembali ke belakang. Dalam perjalanannya, air selalu mendapatkan benturan dari bebatuan, penghalang sehingga terpecahnya aliran dan kedalaman tanah sehingga membuat tenang.

Salam halnya dalam kehidupan ini dengan perjalanan air tersebut. Hidup ini juga akan terus mengalir ke depan tanpa bisa berhenti apa lagi kembali ke belakang (masa lalu). Dalam perjalanan hidup kita akan menemukan rintangan, hambatan berupa kerikil tajam yang menimbulkan gelombang kehidupan. Tak jarang pula kita akan menemukan tempat yang dalam sehingga memberikan kita ketenangan dan kedamaian.

Beranjak dari hambatan perjalanan air dan hidup ini, kita dapat mengambil sebuah pelajaran. Air beriak tanda tak dalam, ini benar adanya. Jika kita kaitkan dengan kehidupan ini, manusia yang dangkal iman dan pemikirannya, maka akan mudah mendapatkan hambatan dan selalu menimbulkan kericuhan. Kenapa? Sebab tak ada pondasi kuat dalam menelusuri jalan.

Sebaliknya, air yang tenang itu karena dalam. Sama halnya dengan manusia, jika manusia memiliki kedalaman iman dan pemikiran maka hidup nya akan tenang. Iman akan mengantarkan manusia selalu tenang dan pemikiran akan mengantarkannya selalu mencari jalan kebaikan.

Jelas sudah, dalam menjalani kehidupan ini kita harus memiliki iman dan ilmu yang kuat (dalam). Jika demikian tak ada lagi keraguan kita untuk melangkah. Percaya akan semua takdir Allah, berjalan mengikuti arus kehidupan Allah. Tak ada niat sedikitpun untuk kembali ke masa lalu, sebab masa lalu sudah mati, masa sekaeang belum pasti dan yang pasti adalah masa sekarang.

Dalam kehidupan ini kita harus punya semangat seperti api, dan ketawaduan hati seperti air tenang. Berjalan pastilah di atas arsNya, yakin akan ketetapanNya. Terus berbuat dalam kebaikan, sampai akhir menutup mata. (EJ/18)
#SalamLiterasi
#pemudahebat
#pemudahijrah
#AyoMenulis

Tidak ada komentar:

Posting Komentar